Sebelum
membaca review “Warkop DKI Jangkrik Boss! Part 1: Lucunya Full, Nggak Setengah-setengah”
oleh penulis gagal gaul, Edot Herjunotz, aku emang udah ada niatan untuk nonton
film itu.
Berhubung
timingnya selalu nggak pas, akhirnya
ketunda mulu. Nah, dan sampai pada akhirnya si Edot Herjunotz nge-review film itu, aku jadi sangat
ambisius untuk sesegera mungkin menikmati film yang telah masuk di Rekor Muri
dengan jumlah penonton terbanyak tersebut.
Baca
review yang udah Edot Herjunotz
tulis, aku sampai ngakak sendiri, apalagi kalau nonton langsung? Wah, bikin
nggak sabar aja nih pingin bisa mencoba untuk ber-ngakak full nggak seterngah-setengah.
Entah
apa yang udah Edot Herjunotz review,
dari buku ataupun film selalu aja mengundang rasa penasaran. Apa emang karena
dia yang jago me-review atau emang
yang di-review itu bagus, jadi hasil review-annya Edot Herjunotz juga akan
kelihatan bagus? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu.
Eh,
apasih aku ini?! Kenapa aku jadi mengelu-elukan si Edot Herjunotz coba?
Buang-buang waktu aja. Lama-lama ngelonjak dianya. Kan ini juga aku mau nge-review, nge-review review-annya si
Edot Herjunotz, hahahapasih~
Sebenernya
bukan me-review sih, tapi cuma
melihat, mengamati, meniru, dan kemudian memodifikasi hasil review-annya Edot Herjunotz aja. Hehe
sorry ya, Dotz!
Eh,
nggak juga ding. Aku nggak me-review review-nya si Edotz Herjunotz juga,
soalnya aku kan semalam baru aja nonton, jadi aku mau me-review dari filmnya langsung, nggak dari review-nya si Edotz Herjunotz.
Sumpah
apasih ini, ribet banget.
Jadi,
hampir sama seperti yang diceritakan di opening
pada review-nya si Edot Herjunotz,
aku juga nonton film fenomenal itu di kota tetangga dan nunggu waktu libur yang
sama dulu dengan pacar (pacarnya orang) biar bisa bareng nontonnya. Tapi
bedanya kalau si Edot Herjunotz masih ngantri, aku tanpa antri. Bukan, bukan
dengan beli lewat calo kok. Sumpah!
Cuma bayar punyanya orang aja. Orangnya nggak mau nonton gitu katanya, mau
membantu jualin tiket aja biar nggak kebanyakan yang ngantri. Mulia banget kan
orang itu?
Jadi gini, film yang ditulis oleh Anggy Umbara
bersama 2 standup comedian ternama
(Benedion Rajagukguk dan Andi Awwe Wijaya) ini nyeritain tentang Dono yang
diperankan oleh Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian berperan jadi Kasino dan
Tora Sudiro yang berperan jadi Indro. Mereka bertiga bertugas di CHIPS sebuah kesatuan
khusus dalam membantu polisi untuk melayani dan membantu masyarakat menyelesaikan
masalah (?)
Isi
dalam film tersebut yaitu menceritakan DKI (Dono, Kasino, dan Indro) dibantu additional player bernama Sophie, agent CHIPS yang dikirim dari Perancis
untuk mambantu Dono dkk dalam mencari harta karun yang ada di Negeri Jiran.
Sebelum
ke scene tentang perburuan harta
karun ke negera tetangga itu, Dono, Kasino, dan Indro dibantu oleh Sophie diberi
tugas oleh atasan mereka untuk memberantas kejahatan begal yang sedang hits di Ibu Kota.
Dalam
aksi mereka mengejar pelaku begal (Ari Keriting) itulah kemudian terjadi insiden,
yang mengharuskan mereka masuk persidangan dan disuruh ganti rugi.
Dalam
film tersebut, dari awal sampai penghujung waktu, kita nggak akan dikasih jeda
buat nggak ketawa.
Selain
itu, kita juga akan diajak untuk bernostalgia
mengingat kembali judul-judul film ikonik yang pernah Warkop DKI buat, seperti Dongkrak
Antik, Setan Kredit, sampai Maju
Kena Mundur Kena.
Jika
menurut Edotz Herjunotz salah satu adegan
yang paling bikin ngakak adalah waktu mereka bertiga ngejar sesuatu dan
sesuatunya nyamar jadi bapak di gambar biskuit kalengan yang namanya diplesetin
jadi Kong Cuan, kalau menurut aku itu juga lucu sih, hahahaa
Di sepanjang film, Indro hadir dengan bermacam-macam bentuk yang sumpah aneh-aneh
banget. Dari berkostum
Katy Perry sampai Minion.
Sebagi
pelengkap, di akhir acara ada cuplikan beberapa adegan di balik layar proses pembuatan film ini
Udah ah, nanti tonton sendiri aja, di kota tetangga dan ngatur waktu
dulu biar bisa bareng sama pacar nontonnya. Terserah mau pacarnya siapa aku
nggak peduli. Terus abis itu ikutan nge-review
ya, hahahaaa~


Tidak ada komentar:
Posting Komentar