Aku gundah, aku
gelisah, aku galau, aku stres, aku shock,
aku kesepian, aku penat dan aku ingin mati aja.
Kill me please !!
Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidupku
dengan meminum Autan Cap Kaki Tiga (karena minum Baygon udah terlalu mainstream). Tapi aku masih takut dosa.
Aku masih takut sama tuhan. Karena (katanya) bunuh diri itu dosa.
Dan ternyata itu
emang benar!!
karena udah aku telusuri di seluruh belahan
dada wanita, googling di Yahoo,
juga di toko bagus, namun tiada aku temui dalil yang menyebutkan bunuh diri itu dihalalkan. Kalau nggak dihalalkan minimal dimakruhkan gitulah, tapi tetep aja nggak ada. Aku mulai putus asa.
juga di toko bagus, namun tiada aku temui dalil yang menyebutkan bunuh diri itu dihalalkan. Kalau nggak dihalalkan minimal dimakruhkan gitulah, tapi tetep aja nggak ada. Aku mulai putus asa.
Nggak tau apakah aku
yang kurang teliti atau emang file-nya
ke-hidden??
I don’t know, cause only god
knows.
***
Malam ini sungguh nggak
seperti malam-malam yang sudah aku lewati sebelum-sebelumya.
Malam ini aku nggak
bisa untuk memejamkan mata ini. Rasanya begitu sulit. Walaupun hanya untuk
sejenak aja. Nggak tahu kenapa. Rasanya ada something’s
wrong, ada sesuatu yang mengganggu di alam bawah sadarku.
Karena pacar yang makin hari makin menjauh
atau karena wisuda yang makin menjauh??
Entahlah...
Sudah beberapa hari
ini hubunganku dengan pacarku mulai merenggang, mulai ada spasi. Aku takut
lambat laun bukan hanya spasi, tapi tombol Tab yang akan kepencet. Sehingga
akan membuat hubunganku dengannya yang masih seumur jagung ini akan kandas
begitu aja.
Dengan begitu, akan
bertambah satu nama lagi di daftar nama mantanku.
Kini sudah nggak ada
lagi sms-an, telpon-telponan, apalagi bisa menghabiskan waktu bareng lagi. Pyuf...
Ada orang ketiga??
Iya iya iya bisa jadi bisa jadi...
kalau emang ada,
pasti pacarku yang mendua. Bukan aku. Karena aku tipe cowok yang setia, jadi
nggak mungkin aku yang tergoda dengan cewek lain. Tapi, ya sudahlah abaikan.
***
Hmm nggak terasa udah
hampir sampai di penghujung bulan ini. Januari hampir habis kawan... dan secara
otomatis hampir habis juga waktu untuk bisa menyelesaikan skripshit-ku tepat waktu.
Kesempatan untuk bisa
diwisuda bulan depan kayaknya nggak bisa aku raih. Dan seperti yang udah
terjadi sebelumya, aku harus ketinggalan pesawat lagi, pesawat menuju
kelulusan.
Aku masih di sini aja,
berdiri di tempat ini. Belum ada perubahan yang bisa aku lakukan. Malas??
Bukan! Iya, tepat sekali. Karena dosbingku yang sok artis itu yang menyebabkan
aku harus tertunda untuk bisa memasang foto profil di fb, ava di twitter, dan DP di BB dengan memakai
toga.
Aku capek jika harus
mendengar pertanyaan “kapan wisuda??” terus-terusan.
Sakit tau nggak
sih... nggak ngertiin perasaan aku banget deh...
Emang kalian pikir
membuat skripshit itu gampang apa??
Seperti membalikkan telapak tangan gitu? Nggak! Membuat skripshit itu susah, seperti membalikkan telapak tangan. Tapi
telapak tangannya dikasih lem dan menempel di tembok. Susah kan?? Pasti.
Jika kejadiannya
gini, julukanku sebagai mahasiswa kadaluwarsa, mahasiswa yang sudah basi di
kampus, mahasiswa yang seluruh tubuhnya udah ditumbuhi jamur-jamur, baunya nggak
enak, dan juga udah nggak layak dimakan ini menjadi semakin syahdu aja didengar.
Sebelumya aku nggak
pernah nyangka jika aku harus gagal wisuda untuk kesekian kalinya. Padahal aku
nggak bodoh-bodoh amat. Banyak kok temen-temen aku yang notabene lebih pemalas,
lebih bodoh, lebih gaje, lebih ganteng, lebih tinggi dan lebih-lebih yang
lainnya.
Lebih beruntung juga mungkin.
Terus apakah aku
harus minum Antang** (baca: Antangin) biar bisa jadi wong bejo??
***
Seandainya aku bisa
menemukan lampu ajaib yang di dalamya ada jin yang bisa ngasih aku tiga
permintaan.
Dan atau kalau nggak
ada Doraemon yang mau meminjamkan barang-barang yang ada di dalam kantong
ajaibnya.
Atau aku bisa punya
jurus seperti naruto yang bisa membelah diri menjadi banyak. Atau seperti
Angling Dharma yang bisa naik elang.
Yah, tapi aku sadar
kalau aku ini bukan mereka. Aku bukan tokoh kartun atau tokoh dalam sebuah
dongeng atau tokoh dalam sebuah film fiksi.
Aku adalah tokoh yang
memainkan peran diriku sendiri di dunia nyata. Yang tanpa ada skenario, yang
alur ceritanya harus aku ciptakan sendiri.
Dan aku sadar emang
seperti inilah hidup.
Kadang ada kalanya
harus sesekali mencicipi masalah-masalah sebagai bumbu dalam hidup atau juga
harus merasakan ketidakberuntungan-ketidakberuntungan yang sering muncul dalam
kehidupan
(hmm tapi perasaan
kok aku sering banget ya nggak beruntungnya daripada beruntungnya? Apa karena
jatah ketidakberuntunganku dan penderitaanku dihabiskan saat ini? Agar besok
tinggal aku merasakan seneng-senengnya aja??)
Aku udah terlanjur
menjadi tokoh untuk memerankan diriku sendiri. Mau nggak mau aku harus total
untuk bisa tampil sempurna di hadapan para penonton.
Aku harus menjalani
hidup ini. Karena emang hidup adalah pilihan
(tapi kalu bisa aku lebih memilih untuk nggak hidup
aja deh, sial terus aku)
Aku harus mulai untuk
mengayunkan langkah kakiku untuk mengikuti skenario kehidupanku.
Jalani aja dulu,
ikuti arus yang mengalir. It’s simple.
***
Semoga aja pengaruh
minuman keras ini cepat hilang agar aku nggak ngomomg gaje kayak gini terus.
Capek lama-lama ternyata. Dan aku nggak sadar udah ngomong apa aja tadi.
Ya sudahlah, abaikan
aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar