Selasa, 28 Januari 2014

J.A.D (Jalani Aja Dulu)



Aku gundah, aku gelisah, aku galau, aku stres, aku shock, aku kesepian, aku penat dan aku ingin mati aja.
Kill me please !!
 Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidupku dengan meminum Autan Cap Kaki Tiga (karena minum Baygon udah terlalu mainstream). Tapi aku masih takut dosa. Aku masih takut sama tuhan. Karena (katanya) bunuh diri itu dosa.
Dan ternyata itu emang benar!!
 karena udah aku telusuri di seluruh belahan dada wanita, googling di Yahoo,
juga di toko bagus, namun tiada aku temui dalil yang menyebutkan bunuh diri itu dihalalkan. Kalau nggak dihalalkan minimal dimakruhkan gitulah, tapi tetep aja nggak ada. Aku mulai putus asa.
Nggak tau apakah aku yang kurang teliti atau emang file-nya ke-hidden??
 I don’t know, cause only god knows.

***

Malam ini sungguh nggak seperti malam-malam yang sudah aku lewati sebelum-sebelumya.
Malam ini aku nggak bisa untuk memejamkan mata ini. Rasanya begitu sulit. Walaupun hanya untuk sejenak aja. Nggak tahu kenapa. Rasanya ada something’s wrong, ada sesuatu yang mengganggu di alam bawah sadarku.
 Karena pacar yang makin hari makin menjauh atau karena wisuda yang makin menjauh??
Entahlah...

Sudah beberapa hari ini hubunganku dengan pacarku mulai merenggang, mulai ada spasi. Aku takut lambat laun bukan hanya spasi, tapi tombol Tab yang akan kepencet. Sehingga akan membuat hubunganku dengannya yang masih seumur jagung ini akan kandas begitu aja.
Dengan begitu, akan bertambah satu nama lagi di daftar nama mantanku.

Kini sudah nggak ada lagi sms-an, telpon-telponan, apalagi bisa menghabiskan waktu bareng lagi. Pyuf...
Ada orang ketiga?? Iya iya iya bisa jadi bisa jadi...
kalau emang ada, pasti pacarku yang mendua. Bukan aku. Karena aku tipe cowok yang setia, jadi nggak mungkin aku yang tergoda dengan cewek lain. Tapi, ya sudahlah abaikan.

***

Hmm nggak terasa udah hampir sampai di penghujung bulan ini. Januari hampir habis kawan... dan secara otomatis hampir habis juga waktu untuk bisa menyelesaikan skripshit-ku tepat waktu.
Kesempatan untuk bisa diwisuda bulan depan kayaknya nggak bisa aku raih. Dan seperti yang udah terjadi sebelumya, aku harus ketinggalan pesawat lagi, pesawat menuju kelulusan.

Aku masih di sini aja, berdiri di tempat ini. Belum ada perubahan yang bisa aku lakukan. Malas?? Bukan! Iya, tepat sekali. Karena dosbingku yang sok artis itu yang menyebabkan aku harus tertunda untuk bisa memasang foto profil di fb, ava di twitter, dan DP di BB dengan memakai toga.

Aku capek jika harus mendengar pertanyaan “kapan wisuda??” terus-terusan.
Sakit tau nggak sih... nggak ngertiin perasaan aku banget deh...
Emang kalian pikir membuat skripshit itu gampang apa?? Seperti membalikkan telapak tangan gitu? Nggak! Membuat skripshit itu susah, seperti membalikkan telapak tangan. Tapi telapak tangannya dikasih lem dan menempel di tembok. Susah kan?? Pasti.

Jika kejadiannya gini, julukanku sebagai mahasiswa kadaluwarsa, mahasiswa yang sudah basi di kampus, mahasiswa yang seluruh tubuhnya udah ditumbuhi jamur-jamur, baunya nggak enak, dan juga udah nggak layak dimakan ini menjadi semakin syahdu aja didengar.
Sebelumya aku nggak pernah nyangka jika aku harus gagal wisuda untuk kesekian kalinya. Padahal aku nggak bodoh-bodoh amat. Banyak kok temen-temen aku yang notabene lebih pemalas, lebih bodoh, lebih gaje, lebih ganteng, lebih tinggi dan lebih-lebih yang lainnya.
Lebih beruntung juga mungkin.
Terus apakah aku harus minum Antang** (baca: Antangin) biar bisa jadi wong bejo??

***

Seandainya aku bisa menemukan lampu ajaib yang di dalamya ada jin yang bisa ngasih aku tiga permintaan.
Dan atau kalau nggak ada Doraemon yang mau meminjamkan barang-barang yang ada di dalam kantong ajaibnya.
Atau aku bisa punya jurus seperti naruto yang bisa membelah diri menjadi banyak. Atau seperti Angling Dharma yang bisa naik elang.

Yah, tapi aku sadar kalau aku ini bukan mereka. Aku bukan tokoh kartun atau tokoh dalam sebuah dongeng atau tokoh dalam sebuah film fiksi.
Aku adalah tokoh yang memainkan peran diriku sendiri di dunia nyata. Yang tanpa ada skenario, yang alur ceritanya harus aku ciptakan sendiri.

Dan aku sadar emang seperti inilah hidup.
Kadang ada kalanya harus sesekali mencicipi masalah-masalah sebagai bumbu dalam hidup atau juga harus merasakan ketidakberuntungan-ketidakberuntungan yang sering muncul dalam kehidupan
(hmm tapi perasaan kok aku sering banget ya nggak beruntungnya daripada beruntungnya? Apa karena jatah ketidakberuntunganku dan penderitaanku dihabiskan saat ini? Agar besok tinggal aku merasakan seneng-senengnya aja??)

Aku udah terlanjur menjadi tokoh untuk memerankan diriku sendiri. Mau nggak mau aku harus total untuk bisa tampil sempurna di hadapan para penonton.
Aku harus menjalani hidup ini. Karena emang hidup adalah pilihan
 (tapi kalu bisa aku lebih memilih untuk nggak hidup aja deh, sial terus aku)
Aku harus mulai untuk mengayunkan langkah kakiku untuk mengikuti skenario kehidupanku.
Jalani aja dulu, ikuti arus yang mengalir. It’s simple.

***

Semoga aja pengaruh minuman keras ini cepat hilang agar aku nggak ngomomg gaje kayak gini terus. Capek lama-lama ternyata. Dan aku nggak sadar udah ngomong apa aja tadi.
Ya sudahlah, abaikan aja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar