Kamis, 15 Januari 2015

Seharusnya, Jangan Banyak Alasan!

Setiap orang pasti ingin sukses. Ingin mempunyai hidup yang baik. Namun, sayangnya setiap orang tidak tahu caranya untuk sukses. Atau mungkin, sebenarnya mereka tahu, tapi sayangnya mereka terkesan tidak mau tahu. Tidak mau tahu sebenarnya alasan yang dipakai oleh orang-orang pemalas di luar sana. Mereka ingin sukses, tapi tidak mau susah, tidak mau ribet.

Aku sering mendengar kalimat, "jangan takut untuk bermimpi’. Atau kalimat lain seperti, ‘Semua berawal dari mimpi’. Sampai kalimat mainstream, ‘Jangan pernah menyepelekan mimpi’. Dari ketiga kalimat sakti tentang mimpi tersebut menunjukkan bahwa mimpi adalah kekuatan kita untuk meraih kesuksesan, meraih tujuan hidup kita. Ketika kita punya mimpi, maka kita punya tujuan hidup.

Sayangnya, banyak yang punya mimpi hebat tapi tidak diimbangi dengan usaha yang hebat. Mereka punya mimpi yang telah menunggu untuk direalisasikan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara merealisasikannya atau lebih tepatnya tidak mau tahu. Mimpi hanyalah sekedar mimpi buat mereka.

Ada salah satu temenku, sebut saja Abdi. Dia suka sama cewek satu kelas di kampusnya. Sebut saja, Saska. Dan aku, sebut saja, ‘Hamba Allah’. Oke, sepertinya ‘Hamba Allah’ gak lazim untuk dipakai dalam persoalan ‘sebut saja’. Aku sedang tidak dalam rangka menyumbang dana untuk peduli kasih.


Jadi ceritanya, Abdi setiap saat selalu membanggakan Saska. Abdi selalu bilang, Saska imut, Saska cantik, Saska menggemaskan. Beruntung, Abdi enggak bilang Saska itu sebenarnya laki-laki.

Saking sukanya Abdi sama Saska, Abdi punya puluhan foto Saska. Bukan dengan cara meminta, tapi nyolong dari FB-nya Saska. Abdi selalu kepoin twitnya Saska, update statusnya Saska, tapi enggak pernah sekalipun berani nge-retweet ataupun nge-like statusnya. Abdi takut Saska curiga, Abdi naksir Saska. Padahal setiap Saska update status, minimal ada 80-an orang yang nge-like, bagaimana mungkin Saska akan curiga sama satu jempol dari Abdi?

Abdi memang cemen.

Aku pernah iseng bilang, ‘Di, gak ada gunanya kamu diem-diem terus kayak gitu. Kamu harus ada usaha buat nunjukin rasa suka kamu, pedekate-in donk! Jangan cemen!’

‘Ah.. gak, Dang. Aku belum siap, waktunya belum pas. Aku mau nyiapin mental dulu. Aku mau nyari cara dulu yang pas buat ngedeketin Saska. Pake cara yang gak biasa, cara yang so sweet.’ Abdi berkat mantap sambil ngeliatin foto-foto Saska yang tersimpan rapi di folder laptopnya dengan nama ‘Semangatku’.

Sampai tiga bulan kemudian, Abdi masih saja belum bergerak untuk memulai pedekate dengan Saska. Sampai akhirnya, Saska resmi jadian dengan anak jurusan lain. Abdi merasa perih, tapi percuma. Padahal Abdi punya banyak kesempatan untuk mencoba mengadu nasib mendapatkan Saska. Abdi terlalu banyak alasan, gak berani ambil resiko. Abdi punya seseorang yang bisa membuatnya semangat, tapi Abdi tidak pernah memperjuangkan semangatnya untuk benar-benar dimiliki. Dan merasa perih adalah balasan yang pas untuk kecemenan Abdi. Orang yang terlalu banyak alasan untuk mendapatkan mimpinya. Seharusnya, kalo memang suka, tidak ada lagi alasan untuk ragu-ragu. Abdi harus memperjuangkannya.



Mungkin Abdi harus membaca salah satu kutipan terkenal dari Colin Powell yang mengatakan, ‘Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui magik; ia membutuhkan keringat, determinasi dan kerja keras.’ Saat Abdi ingin mendapatkan perhatian Saska. Seharusnya Abdi segera bertindak bukan beralasan.

Seperti halnya dalam berjuang meraih cinta orang lain, meraih sukses juga demikian. Kita tidak punya alasan untuk merasa ragu dengan apa yang kita perjuangkan. Berjuang total adalah harga mati. Tidak alasan untuk takut memulai, tidak ada alasan untuk menunda keesokan harinya. Tidak ada alasan untuk mengeluh sebelum berusaha.

Misal, ketika ingin membuka usaha tapi punya modal yang terbatas dan ingin menyewa kantor sendiri untuk menunjang aktivitas usaha agar terlihat lebih serius. Maka VOffice adalah solusinya, dengan menyediakan layanan kantor virtual yang sewanya lebih murah ampai 90% dari kantor virtual. VOffice bisa membantu mengatasi persoalan sewa kantor. Dan seluruh info lengkapnya bisa dilihat di http://surabayavirtualoffice.com/.

Pada akhirnya, kemauan tidak akan menghasilkan kesuksesan. Kecuali kita benar-benar melakukan tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar