Setiap orang pasti ingin sukses. Ingin
mempunyai hidup yang baik. Namun, sayangnya setiap orang tidak tahu caranya
untuk sukses. Atau mungkin, sebenarnya mereka tahu, tapi sayangnya mereka terkesan
tidak mau tahu. Tidak mau tahu sebenarnya alasan yang dipakai oleh orang-orang
pemalas di luar sana. Mereka ingin sukses, tapi tidak mau susah, tidak mau
ribet.
Aku sering mendengar kalimat, "jangan takut
untuk bermimpi’. Atau kalimat lain seperti, ‘Semua berawal dari mimpi’. Sampai
kalimat mainstream, ‘Jangan pernah menyepelekan mimpi’. Dari ketiga kalimat
sakti tentang mimpi tersebut menunjukkan bahwa mimpi adalah kekuatan kita untuk
meraih kesuksesan, meraih tujuan hidup kita. Ketika kita punya mimpi, maka kita
punya tujuan hidup.
Sayangnya, banyak yang punya mimpi hebat tapi
tidak diimbangi dengan usaha yang hebat. Mereka punya mimpi yang telah menunggu
untuk direalisasikan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara merealisasikannya
atau lebih tepatnya tidak mau tahu. Mimpi hanyalah sekedar mimpi buat mereka.
Ada salah satu temenku, sebut saja Abdi. Dia
suka sama cewek satu kelas di kampusnya. Sebut saja, Saska. Dan aku, sebut
saja, ‘Hamba Allah’. Oke, sepertinya ‘Hamba Allah’ gak lazim untuk dipakai
dalam persoalan ‘sebut saja’. Aku sedang tidak dalam rangka menyumbang dana
untuk peduli kasih.
Jadi ceritanya, Abdi setiap saat selalu membanggakan Saska. Abdi selalu bilang, Saska imut, Saska cantik, Saska menggemaskan. Beruntung, Abdi enggak bilang Saska itu sebenarnya laki-laki.
Saking sukanya Abdi sama Saska, Abdi punya
puluhan foto Saska. Bukan dengan cara meminta, tapi nyolong dari FB-nya Saska. Abdi selalu kepoin twitnya Saska, update
statusnya Saska, tapi enggak pernah sekalipun berani nge-retweet ataupun nge-like
statusnya. Abdi takut Saska curiga, Abdi naksir Saska. Padahal setiap Saska
update status, minimal ada 80-an orang yang nge-like, bagaimana mungkin Saska
akan curiga sama satu jempol dari Abdi?
Abdi memang cemen.
Aku pernah iseng bilang, ‘Di, gak ada gunanya
kamu diem-diem terus kayak gitu. Kamu harus ada usaha buat nunjukin rasa suka
kamu, pedekate-in donk! Jangan cemen!’
‘Ah.. gak, Dang. Aku belum siap, waktunya
belum pas. Aku mau nyiapin mental dulu. Aku mau nyari cara dulu yang pas buat
ngedeketin Saska. Pake cara yang gak biasa, cara yang so sweet.’ Abdi berkat
mantap sambil ngeliatin foto-foto Saska yang tersimpan rapi di folder laptopnya
dengan nama ‘Semangatku’.
Sampai tiga bulan kemudian, Abdi masih saja
belum bergerak untuk memulai pedekate dengan Saska. Sampai akhirnya, Saska
resmi jadian dengan anak jurusan lain. Abdi merasa perih, tapi percuma. Padahal
Abdi punya banyak kesempatan untuk mencoba mengadu
nasib mendapatkan Saska. Abdi terlalu banyak alasan, gak berani ambil
resiko. Abdi punya seseorang yang bisa membuatnya semangat, tapi Abdi tidak
pernah memperjuangkan semangatnya untuk benar-benar dimiliki. Dan merasa perih
adalah balasan yang pas untuk kecemenan Abdi. Orang yang terlalu banyak alasan
untuk mendapatkan mimpinya. Seharusnya, kalo memang suka, tidak ada lagi alasan
untuk ragu-ragu. Abdi harus memperjuangkannya.
Mungkin Abdi harus membaca salah satu kutipan
terkenal dari Colin Powell yang mengatakan, ‘Sebuah mimpi tidak menjadi
kenyataan melalui magik; ia membutuhkan keringat, determinasi dan kerja keras.’
Saat Abdi ingin mendapatkan perhatian Saska. Seharusnya Abdi segera bertindak
bukan beralasan.
Seperti halnya dalam berjuang meraih cinta
orang lain, meraih sukses juga demikian. Kita tidak punya alasan untuk merasa
ragu dengan apa yang kita perjuangkan. Berjuang total adalah harga mati. Tidak
alasan untuk takut memulai, tidak ada alasan untuk menunda keesokan harinya.
Tidak ada alasan untuk mengeluh sebelum berusaha.
Misal, ketika ingin membuka usaha tapi punya
modal yang terbatas dan ingin menyewa kantor sendiri untuk menunjang aktivitas
usaha agar terlihat lebih serius. Maka VOffice adalah solusinya, dengan
menyediakan layanan kantor virtual yang sewanya lebih murah ampai 90% dari
kantor virtual. VOffice bisa membantu mengatasi persoalan sewa kantor. Dan
seluruh info lengkapnya bisa dilihat di http://surabayavirtualoffice.com/.
Pada akhirnya, kemauan tidak akan menghasilkan
kesuksesan. Kecuali kita benar-benar melakukan tindakan nyata untuk mewujudkannya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar