Setelah sekian
lama menjalani hidup sebagai seorang jomblo expert. Jomblo
expert? Apa itu? Jomblo expert adalah merupakan
tingkatan dari jomblo stadium ketiga dari keempat tingkatan stadium
jomblo yang berlaku di Indonesia.
Eits, tunggu dulu,
kenapa gue jadi ngomongin jomblo? Kenapa kalian jadi bangga begitu
tahu kalau gue jomblo? Gue nggak mau membahas itu. Gue nggak mau
membahas kalau gue lagi jomblo. Nggak! Menambah rasa sakit saja.
Gue mau pamer
kalau sekarang gue sudah nggak bangun siang-twitteran-makan
(sambil twitteran)-nonton tv (sambil twitteran)-mandi
(nggak sambil twitteran)-nongkrong (sambil twitteran)-ngabisin
duit (kadang sambil twitteran juga)-begadang (sambil
twitteran)-tidur (nggak sambil twitteran).
Gue sudah bisa bangun pagi
(nggak langsung twitteran)-sholat (nggak sambil
twitteran)-mandi (nggak sambil twitteran juga)-sarapan
(sambil twitteran)-cari duit- (nggak sempet twitteran)-
(bisa) sedekah (nggak gue pamerin di twitter).
Sudah keren kan
siklus kehidupan gue sekarang? Hahaha... Iya, sekarang gue sudah
kerja. Kerja beneran kerja. Bukan “kerjaannya ngetwit”
atau “kerjaannya mencari kerja” atau “kerjaannya tidur”.
Kerjanya ini beneran menghasilkan duit. Jadi wartawan, kerenkan?
Hahahalhamdulillah...